MERAUKE – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Ps. Kanit Binmas Polsek Kimaam Aiptu Bawa Santosa selaku Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam melaksanakan patroli dialogis dan sambang Door to Door System (DDS) ke rumah warga binaan, Minggu (12/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT selepas ibadah Minggu tersebut menyasar kediaman Yohanis Kada dan Leonardus di Kampung Mambum RT 02/RW 01, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke.
Dalam suasana kekeluargaan, Bhabinkamtibmas bersama warga melaksanakan kandu-kandu atau ngobrol santai sambil menikmati kopi dan broncong sagu.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Distrik Kimaam.
Yohanis Kada mengungkapkan bahwa sebagian kebakaran lahan diduga dilakukan secara sengaja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan memanfaatkan lahan yang telah mengering.
Menurutnya, setelah lahan terbakar, dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu biasanya akan tumbuh rumput baru yang kemudian menjadi lokasi berkumpulnya sejumlah satwa dan dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai tempat berburu.
Menanggapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai dampak buruk yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Jangan hanya pikir baiknya, tapi pikir juga dampaknya,” ujar Aiptu Bawa Santosa.
Ia menjelaskan, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu ekosistem, habitat, serta perkembangbiakan berbagai jenis satwa. Bahkan, sarang burung dan satwa yang dilindungi berpotensi ikut terbakar apabila kebakaran tidak segera dikendalikan.
Selain berdampak terhadap lingkungan dan satwa, asap akibat Karhutla juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan. Asap tebal yang terbawa angin juga berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah Kimaam.
Karena itu, Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dengan alasan apa pun, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api di kawasan hutan atau lahan kepada Bhabinkamtibmas maupun pemerintah setempat sehingga dapat segera dilakukan penanganan.
Selain persoalan Karhutla, Aiptu Bawa Santosa mengajak masyarakat untuk mencari mata pencaharian dengan cara-cara yang tidak merugikan lingkungan maupun orang lain.
“Mari kita saling bergandengan tangan, saling menghormati dan bekerja sama dalam menjaga keamanan serta ketertiban kampung. Hindari minuman keras dan kegiatan negatif lainnya,” imbaunya.
Bhabinkamtibmas juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan damai. Masyarakat diharapkan turut mendukung program pembangunan pemerintah demi kemajuan wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan patroli dialogis dan sambang DDS tersebut menjadi salah satu upaya Polsek Kimaam untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
















