Home / Hukrim

Senin, 14 September 2026 - 04:51 WIB

Satu Sandera Kelompok Bersenjata di Jila Dievakuasi ke Timika, Kondisinya Masih Trauma

Satu dari sembilan sandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Mimika, berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter Polri. Korban masih menjalani perawatan dan mengalami trauma. Foto: Red/Ist

Satu dari sembilan sandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Mimika, berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter Polri. Korban masih menjalani perawatan dan mengalami trauma. Foto: Red/Ist

MIMIKA — Satu dari sembilan warga yang disandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berhasil dievakuasi ke Timika, Senin (14/9/2026). Korban diterbangkan menggunakan helikopter Polri dari Kampung Bela.

Korban diketahui bernama Nemerina Wamang, warga Kampung Jinonin, Distrik Hoya. Setibanya di Timika, Nemerina langsung mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah, Jalan Agimuga Mile 32.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., mengatakan proses evakuasi berlangsung tidak mudah. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat tim harus melakukan beberapa kali uji penerbangan sebelum berhasil mencapai wilayah Bela.

“Puji Tuhan, hari ini kami Kepolisian berhasil membawa satu dari sembilan sandera tersebut. Korban dievakuasi dari Kampung Bela 1 ke Timika menggunakan fasilitas helikopter Polri,” ujar Jermias kepada wartawan di RS Bhayangkara.

Korban Masih Jalani Observasi

Jermias mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Nemerina juga belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani observasi dan perawatan medis.

Selain kondisi fisik, polisi memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis korban yang masih menunjukkan tanda-tanda trauma.

“Kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit, dalam hal ini Dr. Marlina dan tim, sambil melihat perkembangan psikologis korban ke depan,” katanya.

Kapolda berharap kondisi korban segera membaik. Setelah kondisi fisik dan psikologisnya stabil, keterangan Nemerina diharapkan dapat membantu polisi mengetahui keberadaan sandera lainnya sekaligus mengungkap pihak yang berada di balik aksi penyanderaan.

Polisi juga akan melibatkan keluarga dalam proses komunikasi dengan korban. Bahasa daerah rencananya digunakan agar korban merasa lebih nyaman dan dapat secara perlahan menceritakan pengalaman yang dialaminya.

Polisi Berharap Kesaksian Korban Ungkap Keberadaan Sandera Lain

Kepolisian saat ini masih berupaya menyelamatkan sandera lainnya. Dari sembilan korban, tujuh orang lainnya masih berada dalam penguasaan kelompok penyandera.

“Kita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya. Kesaksian korban dapat menjadi titik awal untuk mengungkap pelaku penyanderaan secara perlahan,” jelasnya.

Menurut Jermias, polisi belum dapat memastikan secara detail kondisi para korban lainnya maupun lokasi mereka saat ini.

Di sisi lain, Kepolisian juga berupaya mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyanderaan tersebut. Langkah ini dinilai penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik baru di tengah masyarakat.

Kapolda menegaskan pihaknya tidak menginginkan persoalan tersebut memicu konflik antarkelompok maupun antarkampung.

“Kita tidak inginkan konflik kemudian hari antara pihak A dengan B, antar-kampung A dengan kampung B,” ujarnya.

Evakuasi Didukung Masyarakat dan MRP

Penyelamatan para sandera, kata Kapolda, merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sekaligus menjaga agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok masyarakat.

Jermias juga mengapresiasi kru helikopter Polri yang tetap menjalankan misi kemanusiaan meski menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Proses evakuasi turut mendapat dukungan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), yang membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Dukungan masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya juga dinilai berperan penting dalam keberhasilan evakuasi satu korban penyanderaan ke Timika.

Polisi kini menunggu kondisi Nemerina stabil untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keberadaan tujuh sandera lainnya serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aksi penyanderaan tersebut.

 

Share :

Baca Juga

Hukrim

Mabuk Arak Bali, Pria Ini Diduga Bakar Rumah Warga di Tanjung Ria, Terancam 9 Tahun Penjara

Hukrim

Bangun Kedekatan dengan Warga, Personel Damai Cartenz Sapa Anak-anak di Gereja Dondobaga

Hukrim

Polsek Kimaam Gelar Patroli Dialogis, Bhabinkamtibmas Edukasi Warga tentang Bahaya Karhutla

Hukrim

Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Waspadai Hoaks Usai Gangguan Keamanan di Wamena

Hukrim

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan SP 2 Mimika, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Hukrim

Dua DPO Diidentifikasi dalam Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Satgas Damai Cartenz Kejar Pelaku

Hukrim

Satgas Damai Cartenz Identifikasi Dua DPO Terkait Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

Hukrim

Manfaatkan Situasi Kebakaran, Delapan Orang Jadi Tersangka Penjarahan di Dok V Bawah