Keerom – Kepala Suku Besar Wiikaya Keerom, Herman Yoku, menegaskan bahwa menjaga kedamaian di Papua bukan semata menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi utama dalam menciptakan kehidupan yang aman dan harmonis.
Pernyataan tersebut disampaikan Herman Yoku pada 9 Juli. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya Satgas Operasi Damai Cartenz yang selama ini mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Herman juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama membangun Papua yang damai.
“Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Satgas Damai Cartenz yang telah sekian lama melakukan pendekatan humanis. Saya juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama membangun Papua, menjaga Papua tetap damai, hidup berdampingan sebagai sesama ciptaan Tuhan, serta terus memegang pesan-pesan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Herman.
Sebagai tokoh adat, Herman menilai bahwa keamanan tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi yang berkelanjutan antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, ruang dialog perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, mempererat persaudaraan, serta mencegah potensi konflik dalam kehidupan sosial.
Ia menegaskan bahwa kedamaian Papua merupakan harapan bersama yang harus dijaga oleh seluruh pihak. Untuk itu, masyarakat diharapkan terus memperkuat persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang berpotensi memecah kebersamaan.
Di sisi lain, Herman mengakui masih adanya sejumlah peristiwa kekerasan yang memengaruhi rasa aman masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap pendekatan humanis kepada masyarakat tetap dilanjutkan, sementara penanganan terhadap setiap dugaan tindak pidana dilakukan secara profesional, sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Pendekatan humanis sudah banyak dilakukan. Harapan saya, upaya itu terus berjalan. Sementara apabila ada pelanggaran hukum, penanganannya dilakukan sesuai SOP dan secara terukur agar masyarakat benar-benar merasakan keamanan dan kenyamanan di tanah Papua,” katanya.
Menutup penyampaiannya, Herman kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan serta bersama-sama merawat Papua sebagai tanah yang damai. Ia meyakini keamanan yang dirasakan masyarakat hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur, baik masyarakat maupun aparat, terus membangun komunikasi, saling menghormati, dan menjalankan peran masing-masing demi terciptanya kehidupan yang aman, damai, dan harmonis.
















