Home / Berita

Minggu, 23 November 2025 - 03:21 WIB

Pentas Seni Budaya 2025 Resmi Dibuka, Bentuk Pelestarian Tradisi dan Kreativitas Generasi Muda

Pembukaan Pentas Seni Budaya 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora). Foto: Red

Pembukaan Pentas Seni Budaya 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora). Foto: Red

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) menggelar Pentas Seni Budaya Tahun 2025 dengan tema “Dengan Seni Budaya dan Kreasi, Membangun Karakter Generasi Muda.” Kegiatan berlangsung selama 12 hari, mulai 22 November hingga 3 Desember 2025 di kawasan Wisata Mangrove Poumako, Distrik Mimika Timur.

Pentas Seni Budaya dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M. Turut hadir Kepala Disparbudpora Elisabeth Cenawatin, Ketua Panitia Santi Sondang, jajaran Forkopimda, serta para pimpinan OPD. Peserta kegiatan terdiri dari Sanggar Tari Sekolah, sanggar musik lokal, pengrajin tradisional, hingga pelaku usaha kuliner lokal.

Ketua Panitia, Santi Sondang, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadi wadah ekspresi kreatif masyarakat sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi, adat, dan kesenian leluhur.

“Melalui pentas seni ini, kami ingin mengingatkan bahwa budaya adalah jati diri bangsa yang harus dijaga, dihargai, dan dilestarikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata, menggairahkan kesenian lokal, serta mendorong agar budaya dapat menjadi nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa penyelenggaraan Pentas Seni Budaya bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta memperkuat identitas budaya daerah.

“Pentas Seni Budaya merupakan wujud ekspresi kreatif yang menghidupkan kembali nilai tradisi, adat, dan kesenian leluhur. Budaya adalah jati diri bangsa yang harus dijaga, dihargai, dan terus dilestarikan,” tegasnya.

Selain pentas seni, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Festival Lomba Dayung Tradisional Antar Distrik Pesisir, yang mencerminkan kekuatan, ketangkasan, kerja sama, serta ketepatan strategi dalam mengendalikan perahu hingga garis akhir.

“semoga lomba ini menjadi ajang pembentukan mental sportif dan semangat pantang menyerah,” harap Bupati Rettob.

 

Share :

Baca Juga

Berita

Hari Ketujuh, 4 Korban Perahu Ketinting Terbalik di Muara Betcbamu Belum Ditemukan

Berita

Seorang Ibu yang Aniaya Anak Kandung Hingga Tewas di Jayapura, Ditetapkan Sebagai Tersangka

Berita

Diduga Aniaya Anak Kandung Hingga Meninggal Dunia, Seorang Ibu diamankan Polisi di Jayapura

Berita

Kantongi Ciri-ciri Pelaku, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya

Berita

Polisi Lakukan Olah TKP Penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem Digelar di Wamena

Berita

Penumpang KM Sabuk Nusantara 75 Diduga Terjatuh ke Laut di Perairan Kaimana, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Berita

Pemancing Hilang di Perairan Kaimana Ditemukan Meninggal Dunia, Keluarga Kenali Korban dari Jam Tangan

Berita

Satgas ODC 2026 Patroli Jalan Kaki, Jaga Keamanan Warga di Puncak Jaya