Home / Berita

Sabtu, 22 November 2025 - 04:46 WIB

DLH Mimika Luncurkan Kios Sampah Inauga untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Saat Launching Kios Sampah Kelurahan Inauga. Foto: Red

Saat Launching Kios Sampah Kelurahan Inauga. Foto: Red

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi meluncurkan Kios Sampah Inauga di Kelurahan Inauga sebagai langkah baru memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan, Jumat (21/11/2025).

Selama ini, penanganan sampah di Mimika masih bertumpu pada pola “kumpul–angkut–buang”, yang menyebabkan volume sampah terus meningkat dan membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka yang kini hanya menyisakan sekitar empat hektare.

Kepala DLH Mimika, Jeffry Deda, mengungkapkan produksi sampah di Mimika telah mencapai 100 ton per hari, sehingga membutuhkan pola baru yang lebih efektif dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Kios Sampah Inauga menawarkan skema baru yang lebih partisipatif. Warga tidak hanya diajak memilah sampah, tetapi juga dapat menukarnya dengan kebutuhan pokok seperti telur, minyak goreng, gula, atau mie instan.

Berbeda dengan program Bank Sampah Distrik Mimika Baru yang bekerja sama dengan BNI dan menukar sampah dengan uang, Kios Sampah Inauga menggunakan sistem pilah – kumpul – timbang – tukar sembako.

“Peluncuran Kios Bank Sampah Inauga bukan sekadar seremonial, tetapi perubahan perilaku besar dari pola lama menjadi pola baru ‘pilah–kumpul–tabung’,” ujar Jeffry.

Untuk memudahkan masyarakat, DLH juga merilis Aplikasi Kios Sampah yang tersedia di Play Store. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat: mengisi jenis dan jumlah sampah, mengetahui nilai sampah secara langsung, menjadwalkan penjemputan oleh petugas, atau memilih mengantar sendiri ke kios.

Jenis sampah yang diterima mencakup plastik, logam, kertas, hingga residu. Nilai tukar sampah ditetapkan Rp1.000 per kilogram. DLH menargetkan 22 kios sampah aktif dengan 2.200 nasabah di tingkat kelurahan dan kampung.

Mewakili Pemerintah Daerah, Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan aspek terpenting dari program ini.

“Peluncuran ini hanya pintu masuk. Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan kolektif, bukan lagi hanya urusan satu instansi. DLH dan kelurahan harus siap memastikan program ini berjalan terus,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong inovasi penanganan sampah di tingkat distrik dan kelurahan.

“Kita terus melakukan perubahan dari waktu ke waktu, dan pemerintah daerah mendukung penuh inovasi seperti ini,” kata Ananias.

Share :

Baca Juga

Berita

Tokoh Adat Keerom Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersama Jaga Kedamaian Papua

Berita

Patroli Dialogis Satgas Ops Damai Cartenz Jaga Keamanan Pasar Sinak

Berita

Satgas ODC Tangkap DPO Jaringan Peredaran Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo di Jayapura

Berita

Satgas ODC 2026 Tetapkan Tujuh Tersangka Pembakaran Pesawat AMA dan Pembunuhan Pilot di Yahukimo

Berita

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Satgas ODC 2026 Beri Motivasi Belajar Kepada Anak-Anak dan Berbagi Sembako di Tembagapura

Berita

Gelar Silahturahmi dan Penyaluran Sembako di Ilaga, Tokoh Adat dan Masyarakat Dukung Ajakan Bupati Jaga Keamanan di Kabupaten Puncak

Berita

Bantuan Presiden RI Disalurkan kepada Pengungsi Agisiga, Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Trauma Healing di Intan Jaya

Berita

Hari Ke Dua, Hasil Pencarian Perahu Nelayan yang Hilang Kontak di Perairan Atuka Masih Nihil