MIMIKA – Perahu nelayan berpenumpang empat orang yang dilaporkan hilang kontak pada 24 Juni lalu, masih dalam proses pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, mendapatkan laporan dari seorang warga bernama Selfi yang merupakan keluarga korban, bahwa sebuah perahu nelayan berpenumpang empat orang telah hilang kontak diperairan Atuka sejak 24 Juni lalu.
Selfi menyebutkan, bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan salah seorang nelayan pada perahu tersebut. Setelah berkomunikasi, ia mendapatkan informasi bahwa perahu tersebut direncanakan akan kembali pada kamis 25 Juni 2026.
Namun, hingga kamis 25 Juni 2026, perahu nelayan tersebut belum juga kembali dan para nelayan sudah tidak dapat dihubungi lagi.
Sehingga, pihak keluarga bersama masyarakat berupaya melakukan pencarian mandiri bersama-sama sejak 25 juni lalu, namun pencarian tersebut belum membuahkan hasil, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika.
Setelah menerima laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga, Charles Batlajery, pada Sabtu 27 Juni 2026 pagi, langsung berangkatkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian.
Tim SAR Gabungan tersebut, terdiri dari Rescuer SAR Timika dan Keluarga korban menggunakan RBB 600 PK menuju perairan Atuka untuk melakukan pencarian.
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitaran perairan Atuka dengan radius 8 Mil Laut dan meminta informasi pada setiap kapal nelayan yang lewat disekitan perairan atuka.
Setelah Tim melakukan pencarian pada 27 Juni 2026 pagi hingga pukul 17:35 WIT, namun hasil pencarian masih nihil.
Direncanakan pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area pencarian sesuai perhitungan pasang surut air dan arus perairan Timika.
“Semoga empat nelayan tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali ke keluarga mereka,” Ucap Charles Batlajery
















