Home / Pemkab Mimika

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:32 WIB

Pemkab Mimika Lanjutkan Pengkajian Cerita Rakyat Suku Amungme di Kwamki Narama

MIMIKA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melanjutkan pengkajian cerita rakyat sebagai upaya melestarikan warisan budaya lokal. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Distrik Kuala Kencana, kegiatan tersebut kini digelar di Distrik Kwamki Narama, Rabu (29/7/2026), dengan fokus menggali dan mendokumentasikan cerita rakyat Suku Amungme.

Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika Elisabet Cenawatin, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Papua Wilayah Kerja IV UPT Kementerian Kebudayaan RI Desy Polla Usmany, S.S., M.Sos., Kepala Seksi Humas Distrik Kwamki Narama Kristin, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Daniel Orun, tim Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Papua, serta tokoh adat, tetua adat, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Elisabet mengatakan pengkajian kali ini difokuskan pada penggalian cerita rakyat Suku Amungme, khususnya yang berkaitan dengan Marga Liman. Menurut dia, pelaksanaan kegiatan di Distrik Kwamki Narama menjadi bagian dari upaya menghimpun informasi dari berbagai tokoh adat agar data yang diperoleh semakin lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Di Kuala Kencana kami telah mendengar penuturan dari tokoh-tokoh Suku Amungme. Hari ini kami hadir di Kwamki Narama karena wilayah ini juga dihuni masyarakat Suku Amungme yang memiliki pengetahuan tentang sejarah dan cerita leluhur,” kata Elisabet.

Ia menjelaskan, pendokumentasian cerita rakyat tidak hanya melibatkan satu atau dua marga, tetapi juga berbagai marga yang memiliki keterkaitan sejarah. Kehadiran tim Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Papua diharapkan dapat mendukung proses pendataan, verifikasi, hingga penyusunan dokumen cerita rakyat yang akurat dan komprehensif.

Menurut Elisabet, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dilakukan. Melalui pendokumentasian yang baik, kekayaan budaya Suku Amungme diharapkan dapat dikenal lebih luas sekaligus menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan sejarah leluhurnya di tengah perkembangan zaman.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati berkomitmen mendukung pelestarian budaya daerah.

Elisabet mengungkapkan, setelah kegiatan di Distrik Kwamki Narama, pengkajian akan dilanjutkan di Distrik Mapurujaya dengan mengangkat kisah Tetua Mapuru dari Suku Kamoro. Secara bertahap, cerita rakyat dari berbagai marga Suku Amungme dan Kamoro akan dihimpun sebagai bagian dari dokumentasi budaya Kabupaten Mimika.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Budaya daerah lain telah terdokumentasi dengan baik, sehingga budaya kita juga harus diangkat, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Elisabet mengajak seluruh tetua adat dan tokoh masyarakat menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan sejarah yang benar. Menurut dia, keakuratan data menjadi hal penting karena berkaitan dengan silsilah, sejarah marga, serta nilai-nilai budaya yang akan diwariskan kepada generasi penerus.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama menghasilkan data yang sahih sehingga tersusun dokumen cerita rakyat yang benar, autentik, dan menjadi warisan budaya yang tetap lestari sepanjang masa,” kata Elisabet.

 

Share :

Baca Juga

Pemkab Mimika

Pemkab Mimika Gelar Sosialisasi Penggunaan Platform Amdalnet Bagi Pelaku Usaha

Pemkab Mimika

DWP Mimika Latih 100 Istri ASN Membuat Buket Bunga, Dorong Peluang Usaha Kreatif

Pemkab Mimika

Pemkab Mimika Luncurkan Kios Pangan Keliling, Pasarkan Hasil Panen Mama-Mama Papua hingga Tiga Kali Sepekan